Perubahan Sosial Komunitas Pasca Bencana Alam: Kajian Konseptual
Keywords:
Bencana alam, perubahan sosial, komunitas, solidaritas, norma sosialAbstract
Bencana alam di Indonesia, termasuk gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan erupsi gunung, tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga memicu perubahan sosial yang mendalam dalam komunitas terdampak. Kajian ini dilakukan dengan tujuan menelaah transformasi sosial pascabencana di Indonesia melalui lima dimensi utama: pola hidup sehari-hari, norma dan nilai sosial, struktur sosial, distribusi peran, serta jaringan solidaritas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literarur. Temuan literatur menunjukkan bahwa masyarakat menyesuaikan rutinitas harian, strategi pemenuhan kebutuhan, dan interaksi sosial sebagai respons terhadap risiko berulang. Bencana alam tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik dan ekonomi, tetapi juga memicu transformasi mendalam dalam pola hidup, norma dan nilai sosial, distribusi peran, serta jaringan solidaritas masyarakat. Masyarakat yang terdampak cenderung menyesuaikan rutinitas harian, strategi pemenuhan kebutuhan, dan interaksi sosial untuk menghadapi risiko berulang, sementara norma kolektif dan modal sosial menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas adaptif dan ketahanan komunitas. Partisipasi perempuan dan generasi muda, serta reorganisasi jaringan sosial, menunjukkan bahwa bencana dapat menjadi katalisator transformasi sosial yang memperkuat daya tahan jangka panjang jika dimanfaatkan secara tepat.
References
Adi, W. B., & Anshar, A. (2023). Krisis air bersih dan bentuk adaptasi masyarakat pasca gempa bumi 2018. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 7(2), 58–78. https://doi.org/10.29408/geodika.v7i2.16796.
Albrecht, F. (2018). Natural hazard events and social capital: The social impact of natural disasters. Disasters, 42(2), 336–360. https://doi.org/10.1111/disa.12246
Alfi, I. (2021). Peranan modal sosial dalam resiliensi komunitas rawan bencana tsunami. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 5(1). https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i1.797
Andanusa, R. M., Anggrahita, H., Hanif, I. M., & Guswandi. (2025). Strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi bahaya banjir di daerah rawan bencana. Media Komunikasi Geografi, 26(1), 58–78. https://doi.org/10.23887/mkg.v26i1.92305
Baharuddin. (2025). Social capital and community resilience to tidal flooding: A sociological study in the coastal area of Pontianak City. Al Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business, 7(3).
Cutter, S., Boruff, B., & Shirley, W. (2003). Social vulnerability to environmental hazards. Social Science Quarterly, 84(2), 242–261.
Dynes, R. R. (2006). Social capital: Dealing with community emergencies. Homeland Security Affairs, 2(2), 1–26. https://www.hsaj.org/articles/99
Fauzi, M., & Mussadun. (2021). Dampak bencana gempabumi dan tsunami di kawasan pesisir Lere, Kota Palu. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 17(1), 16–24.
GFDRR / World Bank. (2020). Gender Equality and Women’s Empowerment in Disaster Recovery. Disaster Recovery Guidance Series. http://hdl.handle.net/10986/33684
GoodStats.id. (2025, 27 Februari). Indonesia masuk jajaran negara dengan risiko bencana alam tertinggi. https://data.goodstats.id/statistic/indonesia-masuk-jajaran-negara-dengan-risiko-bencana-alam-tertinggi-46H5e
Karunarathne, A. Y., & Gress, D. R. (2022). The role of organizational networks in ameliorating flood disaster impacts: A case study of flood inundated rural and urban areas in Sri Lanka. International Journal of Disaster Risk Reduction, 71, 102819. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2022.102819
Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2008). Community resilience as a metaphor, theory, set of capacities, and strategy for disaster readiness. American Journal of Community Psychology, 41(1–2), 127–150. https://doi.org/10.1007/s10464-007-9156-6
Partelow, S. (2021). Social capital and community disaster resilience: Post-earthquake tourism recovery on Gili Trawangan, Indonesia. Sustainability Science, 16(1), 1–18. https://doi.org/10.1007/s11625-020-00854-2
Rahmi, M., & Syamwil, I. B. (2023). Mekanisme adaptasi masyarakat korban tsunami di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Jurnal Perencanaan, 18, 72–82. https://doi.org/10.31815/jp.2023.18.72-82
Roa, O,H,. (2020). The power of youth engagement in disaster risk reduction activities. Ecological and Social Risks. https://doi.org/ 10.13140/RG.2.2.15308.95366
Rockenbauch, T., & Sakdapolrak, P. (2017). Social networks and the resilience of rural communities in the Global South: A critical review and conceptual reflections. Ecology and Society, 22(1), 1–32. https://www.ecologyandsociety.org/vol22/iss1/art16/
Rushton, S. (2021). The role of social capital in disaster resilience in remote communities after the 2015 Nepal earthquake. International Journal of Disaster Risk Reduction, 55, 102112. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2021.102112
Schilpzand, A. (2023). The impact of natural disasters on social capital: An analysis of ingroup and outgroup trust. International Journal of Disaster Risk Reduction, 95, 103860. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2023.103860
Su, Y. (2022). Networks of recovery: Remittances, social capital and post-disaster recovery in Tacloban City, Philippines. International Journal of Disaster Risk Reduction, 67, 102641. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2021.102641
